A'uudzubillaahi minasy syaythaanir
rajiim. Bismillahir-Rahmanir-Rahim .Wash-shalaatu
was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin
wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin.
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,
Dari Nur Muhammad Saw, Allah S.W.T. menciptakan sebuah Lampu Jamrut Hijau dari Cahaya, dan diletakan pada Pohon Kepastian itu, melalui seuntai rantai cahaya. Kemudian Dia menempatkan ruh Muhammad s.a.w. di dalam lampu itu dan memerintahkannya untuk memuja Dia Dengan Nama Paling Indah (Asma al-Husna).
Perintah itu dilakukannnya, dan dia mulai membaca setiap satu dari Nama itu selama 1.000 tahun. Ketika dia sampai kepada Nama ar-Rahman( Maha Kasih), pandangan ar-Rahman jatuh kepadanya dan ruh itu mulai berkeringat karena Kerendahan Hatinya.
Tetesan keringat jatuh dari padanya, sebanyak yang jatuh itu menjadi nabi dan rasul, setiap tetes keringat beraroma mawar berubah menjadi ruh seorang nabi.
Mereka semua berkumpul di sekitar lampu di pohon itu, Azza wa Jala berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w., "Lihatlah ini sejumlah besar nabi yang Aku ciptakan dari tetes keringatmu yang menyerupai mutiara." Mematuhi perintah ini, dia memandaingi mereka itu, dan ketika cahaya mata itu menyentuh menyinari objek itu, maka ruh para nabi sekonyong-konyong tenggelam dalam Nur Muhammad s.a.w., dan mereka berteriak, " Ya Allah, siapa yang menyelimuti kami dengan cahaya?"
Allah menjawab mereka. "Ini adalah Cahaya dari Muhammad KeKasih- Ku, dan kalau kamu akan beriman kepadanya dan menegaskan risalah kenabiannya, Aku akan menghadiahkan kepada kamu kehormatan berupa kenabian.
Dengan itu semua ruh para nabi itu menyatakan iman mereka kepada kenabiannya, dan Allah berkata,'' Aku menjadi saksi terhadap pengakuanmu ini," dan mereka semua setuju sebagaimana disebutkan didalam Al-Qur`an yang Suci:
Dan ketika Allah bersepakat dengan para nabi itu: Bahwa Aku telah memberi kamu Kitab dan Kebajikan; kemudian akan datang kepadamu seorang Rasul yang menegaskan kembali apa-apa yang telah ada padamu-kamu akan beriman kepadanya dan kamu akan membantunya; apa kamu setuju?
Dia berkata," Dan apakah kamu menerima beban Ku kepadamu dengan syarat seperti itu. Mereka berkata, `Benar kami setuju.` Allah berkata bersaksilah demikian, dan Aku akan bersama kamu diantara para saksi.` (Ali Imran, 3:75-76).
Kemudian ruh yang murni dan suci itu kembali melanjutkan bacaan Asma ul Husna lagi. Ketika dia sampai kepada Nama al-Qahhar itu, kepalanya mulai berkeringat sekali lagi karena intensitas dari al Qahhar itu, dan dari butiran keringat itu Allah menciptakan ruh para malaikat yang di berkati.
Dari keringat pada mukannya, Allah menciptakan Singgasana dan Hadhirat Ilahi, Kitab Induk dan Pena, matahari, rembulan dan bintang-bintang.
Dari keringat dadanya, Dia menciptakan para ulama, para syuhada dan para mutaqin.
Dari keringat pada punggungnya di buatlah Bayt-al-Ma`mur(rumah surga) Kabatullah(ka`bah), dan Bayt-al-Muqaddas(Haram Jerusalem) dan Rauda-i-Mutahhara(Makam Nabi Suci Muhammad saw di madinah), begitu juga semua mesjid di dunia ini.
Dari keringat pada alisnya dibuat semua ruh kaum beriman, dan dari keringat punggung bagian bawahnya dibuatlah semua ruh kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung-patung.
Dari keringat kakinya dibuatlah sebuah tanah dari timur ke barat, dan semua apa-apa yang ada didalamnya. Dari setiap tetes keringatlah ruh seorang beriman atau tak-beriman dibuatnya. Itulah sebabnya Nabi Suci Muhammad s.a.w. disebut juga sebagai '' Abu Arwah", Ayah para Ruh.
Semua ruh ini berkumpul mengelilingi ruh Nabi Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan pengagungannya selama 1.000 tahun: kemudian Allah memerintahkan para ruh itu memandang Ruh Nabi Muhammad s.a.w. dan kemudian para ruh mematuhinya.... Subhanallah.
Wa min Allah at Tawfiq..
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,
Dari Nur Muhammad Saw, Allah S.W.T. menciptakan sebuah Lampu Jamrut Hijau dari Cahaya, dan diletakan pada Pohon Kepastian itu, melalui seuntai rantai cahaya. Kemudian Dia menempatkan ruh Muhammad s.a.w. di dalam lampu itu dan memerintahkannya untuk memuja Dia Dengan Nama Paling Indah (Asma al-Husna).
Perintah itu dilakukannnya, dan dia mulai membaca setiap satu dari Nama itu selama 1.000 tahun. Ketika dia sampai kepada Nama ar-Rahman( Maha Kasih), pandangan ar-Rahman jatuh kepadanya dan ruh itu mulai berkeringat karena Kerendahan Hatinya.
Tetesan keringat jatuh dari padanya, sebanyak yang jatuh itu menjadi nabi dan rasul, setiap tetes keringat beraroma mawar berubah menjadi ruh seorang nabi.
Mereka semua berkumpul di sekitar lampu di pohon itu, Azza wa Jala berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w., "Lihatlah ini sejumlah besar nabi yang Aku ciptakan dari tetes keringatmu yang menyerupai mutiara." Mematuhi perintah ini, dia memandaingi mereka itu, dan ketika cahaya mata itu menyentuh menyinari objek itu, maka ruh para nabi sekonyong-konyong tenggelam dalam Nur Muhammad s.a.w., dan mereka berteriak, " Ya Allah, siapa yang menyelimuti kami dengan cahaya?"
Allah menjawab mereka. "Ini adalah Cahaya dari Muhammad KeKasih- Ku, dan kalau kamu akan beriman kepadanya dan menegaskan risalah kenabiannya, Aku akan menghadiahkan kepada kamu kehormatan berupa kenabian.
Dengan itu semua ruh para nabi itu menyatakan iman mereka kepada kenabiannya, dan Allah berkata,'' Aku menjadi saksi terhadap pengakuanmu ini," dan mereka semua setuju sebagaimana disebutkan didalam Al-Qur`an yang Suci:
Dan ketika Allah bersepakat dengan para nabi itu: Bahwa Aku telah memberi kamu Kitab dan Kebajikan; kemudian akan datang kepadamu seorang Rasul yang menegaskan kembali apa-apa yang telah ada padamu-kamu akan beriman kepadanya dan kamu akan membantunya; apa kamu setuju?
Dia berkata," Dan apakah kamu menerima beban Ku kepadamu dengan syarat seperti itu. Mereka berkata, `Benar kami setuju.` Allah berkata bersaksilah demikian, dan Aku akan bersama kamu diantara para saksi.` (Ali Imran, 3:75-76).
Kemudian ruh yang murni dan suci itu kembali melanjutkan bacaan Asma ul Husna lagi. Ketika dia sampai kepada Nama al-Qahhar itu, kepalanya mulai berkeringat sekali lagi karena intensitas dari al Qahhar itu, dan dari butiran keringat itu Allah menciptakan ruh para malaikat yang di berkati.
Dari keringat pada mukannya, Allah menciptakan Singgasana dan Hadhirat Ilahi, Kitab Induk dan Pena, matahari, rembulan dan bintang-bintang.
Dari keringat dadanya, Dia menciptakan para ulama, para syuhada dan para mutaqin.
Dari keringat pada punggungnya di buatlah Bayt-al-Ma`mur(rumah surga) Kabatullah(ka`bah), dan Bayt-al-Muqaddas(Haram Jerusalem) dan Rauda-i-Mutahhara(Makam Nabi Suci Muhammad saw di madinah), begitu juga semua mesjid di dunia ini.
Dari keringat pada alisnya dibuat semua ruh kaum beriman, dan dari keringat punggung bagian bawahnya dibuatlah semua ruh kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung-patung.
Dari keringat kakinya dibuatlah sebuah tanah dari timur ke barat, dan semua apa-apa yang ada didalamnya. Dari setiap tetes keringatlah ruh seorang beriman atau tak-beriman dibuatnya. Itulah sebabnya Nabi Suci Muhammad s.a.w. disebut juga sebagai '' Abu Arwah", Ayah para Ruh.
Semua ruh ini berkumpul mengelilingi ruh Nabi Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan pengagungannya selama 1.000 tahun: kemudian Allah memerintahkan para ruh itu memandang Ruh Nabi Muhammad s.a.w. dan kemudian para ruh mematuhinya.... Subhanallah.
Wa min Allah at Tawfiq..

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa’ala ali sayyidina Muhammad.
BalasHapusAllahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa’ala ali sayyidina Muhammad.
BalasHapusAllahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa’ala ali sayyidina Muhammad.
BalasHapus